Leverage membuat modal kecil bisa membuka posisi besar. Itu juga yang membuat akun kecil bisa habis dalam satu malam. Pelajaran ini menjelaskan mekanismenya dengan angka.
Margin: uang yang dikunci broker
Saat membuka posisi, broker mengunci sebagian ekuitasmu sebagai jaminan. Rumusnya: margin = nilai posisi ÷ leverage.
Contoh: 1 lot EURUSD di 1,1600 bernilai 100.000 × 1,1600 = $116.000. Dengan leverage 1:100, margin yang dikunci = $1.160. Dengan 1:500, hanya $232 — posisinya tetap sama besar, risikonya tetap sama besar. Leverage tinggi tidak mengurangi risiko; ia hanya membuatmu bisa membuka posisi yang terlalu besar.
Margin level, margin call, dan stop out
margin level = ekuitas ÷ margin terpakai × 100%. Ekuitas adalah saldo ditambah untung/rugi posisi yang masih terbuka.
- Margin call: broker memperingatkan saat margin level turun ke batas tertentu (sering 100%).
- Stop out: broker menutup paksa posisimu saat margin level turun lebih jauh (sering 50%, ada yang 20% atau 30%).
Angka persisnya berbeda tiap broker dan jenis akun — cek di situs atau perjanjian nasabah brokermu.
Contoh: akun habis sebelum stop loss
Modal $1.000, leverage 1:200, beli 0,5 lot XAUUSD di 4.000. Margin = 0,5 × 100 × 4.000 ÷ 200 = $1.000 — seluruh modal terkunci. Stop out 50% terjadi saat ekuitas tinggal $500, artinya rugi $500. Posisi 0,5 lot bergerak $50 per $1 harga emas, jadi stop out terjadi setelah harga turun hanya $10, di sekitar 3.990.
Kalau stop loss-mu di 3.980, broker sudah menutup posisimu lebih dulu, dengan rugi setengah akun. Emas sering bergerak $10 dalam beberapa menit saat rilis data AS.
Dengan 0,05 lot, margin hanya $100 dan stop out baru terjadi setelah harga turun sekitar $190. Stop loss di 3.980 akan tersentuh jauh lebih dulu, dengan rugi $100 — 10% modal, masih besar tapi akun tetap hidup.