Kebanyakan trader menentukan lot dari perasaan: "0,1 lot kayaknya pas". Trader yang bertahan lama membaliknya: mereka menentukan dulu berapa yang rela hilang bila stop loss tersentuh, lalu lot dihitung dari situ.
Rumusnya
lot = (modal × risiko%) ÷ (jarak SL × nilai per satuan per lot)
- EURUSD: modal $2.000, risiko 1% = $20, SL 25 pip, nilai pip $10/lot → 20 ÷ (25 × 10) = 0,08 lot.
- XAUUSD: modal $2.000, risiko 1% = $20, SL $8, nilai $100 per $1 per lot → 20 ÷ (8 × 100) = 0,025 → 0,02 lot.
Selalu bulatkan ke bawah ke langkah lot terkecil. Membulatkan ke atas berarti diam-diam menaikkan risiko. Bila lot terkecil (0,01) pun sudah melewati batas risikomu, jawabannya bukan menaikkan risiko — lewati setup itu.
Kenapa 1%, bukan 10%
Rugi beruntun itu normal, bahkan untuk strategi yang bagus. Lihat apa yang tersisa setelah 10 kali rugi berturut-turut:
- Risiko 1% per posisi → tersisa sekitar 90% modal.
- Risiko 5% per posisi → tersisa sekitar 60%.
- Risiko 10% per posisi → tersisa sekitar 35%.
Dan pemulihannya tidak simetris: rugi 50% butuh untung 100% hanya untuk kembali ke titik awal. Risiko kecil membuatmu tetap ada di pasar cukup lama untuk belajar.
Stop loss ditentukan oleh grafik, lot oleh risiko
Letakkan stop loss di tempat yang membuktikan analisismu salah — bukan di tempat yang membuat lot terasa nyaman. Kalau SL harus jauh, lot mengecil. Kalau SL dekat, lot membesar. Rugi dalam rupiah tetap sama.